2025-12-13 10:05:10
Penyebab tegangan
listrik turun ternyata bisa berdampak serius, seperti membuat peralatan menjadi
cepat rusak, performanya menurun, hingga yang paling parah dapat memicu risiko
kebakaran. Meski terlihat sepele, namun kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu
saja tanpa pencegahan.
Kali ini, Graha
Anugrah Elektrindo telah merangkum 10 penyebab tegangan listrik turun dan cara
mengatasinya dalam artikel berikut ini.
Baca
Juga: Bagaimana Sistem Fire Alarm Semi Addressable Bekerja untuk Proteksi
Kebakaran?
Fluktuasi suplai
dari PLN adalah penyebab tegangan listrik turun yang paling umum. Saat terjadi
perawatan jaringan, pemadaman bergilir, atau gangguan teknis, tegangan yang
sampai ke rumah Anda bisa jadi tidak stabil. Kondisi ini membuat lampu meredup
dan beberapa peralatan berdengung atau tidak bekerja optimal.
Jika banyak
perangkat menyala dalam waktu bersamaan, beban listrik meningkat drastis.
Kondisi overload seperti ini membuat aliran tegangan melemah. Anda
mungkin merasakannya ketika AC, mesin cuci, dan kompor listrik menyala
bersamaan lalu lampu mendadak redup.
Korsleting juga
bisa membuat tegangan listrik di jalur tertentu mengalami penurunan sesaat,
yang biasanya akan diikuti percikan atau MCB anjlok. Kabel yang terkelupas,
sambungan yang longgar, atau instalasi yang salah bisa memicu gejala ini.
Alat elektronik
yang tiba-tiba rusak atau terbakar dapat menarik arus berlebihan. Efeknya,
tegangan di rangkaian lain ikut terpengaruh. Misalnya, motor pada kulkas yang
mulai lemah sering memaksa suplai arus lebih besar dan menyebabkan tegangan
turun di jalur listrik rumah.
Miniature
Circuit Breaker (MCB) atau pemutus arus listrik yang
aus, kotor, atau kualitasnya buruk bisa menghambat distribusi listrik secara
merata. Ketika MCB tidak lagi bekerja optimal, tegangan yang mengalir bisa drop
meski total beban sebenarnya tidak tinggi.
Kabel tua, konektor
yang sudah longgar, atau peralatan listrik yang sudah digunakan dalam waktu
yang terlalu lama dapat meningkatkan resistansi pada jalur listrik. Semakin
tinggi resistansi, semakin besar penurunan tegangan. Biasanya, hal ini dialami
pada rumah-rumah lama.
Beban listrik yang
berubah-ubah dengan cepat, seperti dari mesin industri rumahan atau pompa air
yang sering start-stop, dapat membuat tegangan tidak stabil. Perubahan arus
yang mendadak memberi efek langsung pada kestabilan tegangan di seluruh
instalasi.
Semakin jauh lokasi
rumah Anda dari tiang listrik atau gardu, semakin besar potensi penurunan
tegangan. Hal ini wajar terjadi karena energi listrik bisa jadi mengalami
kehilangan daya sepanjang kabel, terutama bila kabel yang digunakan kecil atau
kualitasnya rendah.
Hujan lebat dan
badai petir bisa memengaruhi jaringan listrik PLN. Ketika jalur distribusi
terganggu, tegangan bisa ikut mengalami penurunan. Kondisi ekstrem bahkan bisa
merusak komponen di panel luar rumah.
Peralatan listrik
seperti MCB, saklar, stop kontak, kabel, dan lainnya yang tidak memiliki
standar keamanan sering kali menarik arus tidak stabil. Alat seperti ini dapat
membebani instalasi dan menurunkan tegangan secara keseluruhan, terutama bila
digunakan terus-menerus.
Baca
Juga: Control Panel Fire Alarm Notifier NFS 320: Mengenal Fitur dan
Spesifikasinya
Setelah mengetahui
penyebab tegangan listrik turun, penting juga untuk memahami cara mengatasinya.
Nah, Graha Anugrah Elektrindo telah merangkumnya berikut ini:
Stabilizer dan UPS (Uninterruptible
Power Supply) membantu menjaga tegangan tetap berada pada level aman. Peralatan
ini bekerja dengan menstabilkan fluktuasi sehingga perangkat elektronik tidak
terkena dampak drop voltage mendadak.
Penggunaan
perangkat pelindung seperti ELCB, MCB berkualitas, atau surge protector
dapat mengurangi risiko kerusakan akibat tegangan tidak stabil. Perangkat ini
membantu memutus arus saat terjadi anomali sehingga beban berlebih atau
gangguan tidak merembet ke seluruh instalasi rumah.
Impedansi tinggi
biasanya muncul akibat kabel tua, koneksi longgar, atau kualitas material yang
rendah. Menggantinya dengan kabel baru yang sesuai standar dan memastikan
sambungan rapat dapat menurunkan resistansi. Hasilnya, tegangan lebih stabil
dan distribusinya lebih efisien.
Menghindari
penggunaan banyak perangkat berat secara bersamaan adalah langkah efektif untuk
mengatasi penyebab tegangan listrik turun. Atur pemakaian beban pada waktu yang
berbeda agar sistem listrik tidak tertekan sehingga tegangan tetap terjaga.
Cara ini juga membantu menghindari overload yang memicu drop voltage.
Peralatan listrik
dengan standar SNI atau internasional biasanya memiliki konsumsi daya yang
lebih stabil. Jenis alat ini tidak menarik arus berlebihan sehingga tidak
membebani jaringan listrik rumah. Selain lebih aman, kualitas yang baik membuat
peralatan lebih awet dan tahan lama.
Pilihan Alat Listrik Berkualitas dan
Asli Ada di Graha Anugrah Elektrindo!
Penyebab tegangan
listrik turun ternyata bisa dipicu oleh banyak faktor, dan yang paling parah
tapi jarang diperhatikan adalah pemasangan alat-alat listrik yang kurang
berkualitas. Banyak peralatan listrik ini tidak memenuhi standar keamanan
hingga rawan pemalsuan produk elektrik dari brand yang sudah ternama.
Salah satu cara
untuk mencegah pemasangan alat listrik yang salah hingga kurang baik yaitu
dengan memilih distributor alat listrik terpercaya seperti Graha Anugrah
Elektrindo. Sebagai distributor resmi dari berbagai brand, seperti Schneider
Electric, Notifier, Philips, hingga Hikvision, Graha Anugrah Elektrindo hanya
menawarkan produk alat listrik asli bergaransi resmi dengan kualitas terbaik.
Cegah penyebab
tegangan listrik turun dengan memasang alat-alat listrik seperti saklar,
stop kontak, colokan, hingga MCB dan UPS Schneider Electric asli dari PT
Graha Anugrah Elektrindo, distributor alat listrik yang terpercaya.